Disebut Miskin Bos Taksi, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Baik Dibanding Malaysia

    0
    8
    Disebut Miskin Bos Taksi, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Baik Dibanding Malaysia

    Pernyataan dari Big Blue Taxi Boss dari Malaysia, Shamsubahrin Ismail, menuai kontroversi setelah menyebut Indonesia dan negara miskin Jakarta. Shamsubarin Ismail mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan mengatakan Indonesia sebagai negara miskin.

    Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers di kantornya menanggapi keputusan kabinet Mahathir yang memberi lampu hijau gojek untuk memasuki Malaysia. Namun, dalam hal statistik ekonomi, sebenarnya pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik dari negara tetangga.

    Direktur Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri), Panji Irawan mengatakan, meski menghadapi tantangan ekonomi global yang tidak pasti, pertumbuhan ekonomi nasional masih menggembirakan. Apalagi jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya.

    Tercatat pada kuartal kedua 2019, pertumbuhan ekonomi 5,05 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi 2019 pada kuartal pertama 2019 5,07 persen.

    "Kita masih harus bersyukur untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik dari beberapa pasar berkembang lainnya, "kata Panji di Jakarta.

    Panji mengatakan, meski pertumbuhan ekonomi nasional masih di bawah ekspektasi banyak pihak, harus bersyukur. Karena ekonomi nasional masih berjalan dengan baik dan mencatat pertumbuhan.

    Ekonomi Malaysia Lebih Rendah Dari Indonesia

    "Beberapa negara berkembang lainnya pada saat bersamaan juga mencatat pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia. SEBUAHantara lain Malaysia tumbuh 4,9 persen, Thailand 3,7 persen, Brasil 1,01 persen, dan Rusia 0,9 persen, "katanya.

    Selain itu, meskipun pertumbuhan ekonomi positif, indikator ekonomi lain seperti inflasi, nilai tukar rupiah juga masih dipertahankan.

    "Tingkat harga umum atau inflasi masih terkendali. Tingkat inflasi tarif bulanan pada bulan Agustus tercatat 3,49 persen. Nomor ini masih dalam kisaran target Bank Indonesia sebesar 3,51 persen, "jelasnya.

    Sementara itu, berdasarkan data pertumbuhan ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal pertama 2019 mencapai 5,07 persen. Naik sedikit dibandingkan dengan kuartal pertama 2018 sebesar 5,06 persen. Pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh pengeluaran pemerintah.

    Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, realisasi belanja pemerintah pada kuartal pertama 2019 mencapai Rp452,06 triliun. Jauh lebih baik dari kuartal pertama 2018 yang hanya mencapai Rp419,44 triliun. Realisasi belanja terutama didorong oleh transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) dan pengeluaran pemerintah.

    "Ini (kuartal pertama pertumbuhan ekonomi 2019) masih lebih baik dari kuartal pertama pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,06 persen dan 2017 sebesar 5,01 persen," jelasnya.

    Editor: Ayyi Achmad Hidayah

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here